Sabtu, 02 Agustus 2008 ]

Putra SBY dan Putri Mega Bertarung dalam Pemilu 2009
JAKARTA – Putra kedua SBY Edi Baskoro mulai terjun ke dunia politik. Ibas -nama panggilan Edi Baskoro- bakal maju menjadi caleg Partai Demokrat dalam Pemilu 2009. ”Mas Ibas (Edi Baskoro, Red) memang salah seorang caleg muda yang kami siapkan,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Jakarta kemarin (1/7).

Menurut Anas, pencalegan Edi Baskoro dilakukan secara rasional dengan menghitung kemampuan pribadi dia dan kepentingan partai. Intinya, lanjut dia, untuk memperkuat peran dan kiprah Partai Demokrat di lembaga legislatif periode mendatang. ”Jadi, ini sama sekali bukan nepotisme,” tegasnya.

Langkah Ibas itu sama dengan yang dilakukan Puan Maharani, putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Puan juga akan maju dalam pemilihan anggota DPR dari PDIP. Bahkan, Puan sudah pasti dengan nomor urut satu dari wilayah Solo.

Demokrat memang menampilkan sejumlah caleg muda. Selain Ibas, terdapat nama Andi Mallarangeng, Nova Riyanti Yusuf, Saan Mustopa, dan Angelina Sondakh. Demikian juga Anas Urbaningrum.

Anas yang juga mantan anggota KPU positif maju dari daerah pemilihan (dapil) Jatim VI yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Tulung Agung.

Bagaimana dapil untuk caleg yang lain, misalnya Edi Baskoro? ”Sedang kami rancang yang terbaik. Sementara ini belum pasti,” jawab mantan Ketum PB HMI itu.

Wakil Ketua Penjaringan Caleg Partai Demokrat Agus Hermanto menyampaikan, ada enam anggota DPR non-Partai Demokrat periode sekarang yang berniat maju dari Partai Demokrat dalam Pemilu 2009. ”Soal siapa namanya, apa partainya, saya nggak mau buka. Nggak etis,” katanya.

Menurut Agus yang juga wakil ketua Komisi VI DPR, Partai Demokrat terbuka bagi siapa saja. ”Kami masih dalam taraf pembicaran yang lebih dalam,” ujarnya.

Secara terpisah, Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, partainya juga mengusung sejumlah tokoh muda. Beberapa nama yang sudah positif menjadi caleg PPP, antara lain, Denada (artis) dan Fadil Hasan (ekonom Indef).

Selain itu, beber Irgan, ada beberapa nama politisi yang ”eksodus” ke PPP. Misalnya, Djoko Edi (eks legislator PAN), Zaenal Maarif (eks legislator PBR), dan Marissa Haque (eks legislator PDIP). ”Dari 850 bakal caleg DPR RI yang kami seleksi, kini tinggal 672 orang. Cuma persoalannya belum memenuhi kuota perempuan 30 persen,” ujarnya. (pri/tof)

Sumber tulisan:

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=15645