Pemilihan Umum merupakan ajang demokrasi terakbar di seantero negeri ini. Tak ayal jika pesta lima tahunan ini menjadi pusat perhatian dari semua pihak. Segenap elemen bangsa memiliki kepentingan dengan terselenggaranya hajatan demokrasi ini. Pesta ini melibatkan seluruh rakyat Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Dengan adanya pemilu ini diharapkan dapat terpilih pemimpin yang mampu melakukan perubahan yang lebih baik bagi daerahnya.

 

Sebagai negara yang menganut prinsip-prinsip demokrasi, Indonesia menyelenggarakan sistem pemerintahan maupun kenegaraan berdasarkan atas kehendak rakyat, yang diwakilkan dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Begitu juga pemimpin yang bertugas menjalankan kegiatannya, dipilih juga oleh rakyat.

 

Sejak era reformasi, pemilu terasa lebih berkualitas dan benar-benar menjadi pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. Rakyat bisa memilih partai politik (parpol) mana saja sesuai keinginannya, terlepas dari jenis pekerjaan yang ia geluti serta aspirasi politik apa yang ia miliki. Tidak ada lagi peleburan parpol-parpol secara paksa. Tidak ada lagi anjuran berbau paksaan untuk mencoblos parpol tertentu. Tidak ada lagi hambatan berarti dalam pembentukan parpol baru.

 

Melalui pesta demokrasi ini, setiap warga negara, apapun profesi dan kemampuannya, memiliki peluang yang sama untuk memilih dan dipilih menjadi wakil rakyat. Menjadi pengemban amanat rakyat merupakan jabatan politik yang (mudah-mudahan) dicita-citakan oleh setiap orang dengan niatan pencapaian segitiga Maslow yang semakin tinggi, karena inilah saatnya mendedikasikan segenap jiwa dan raga demi kemajuan rakyat, kemajuan bangsa dan negara.

 

Oleh karena itu, saya bersama Partai Demokrat berinisiatif untuk turut andil dalam Pemilu 2009 nanti dengan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif mewakili DKI Jakarta II (Pusat, Selatan, dan Luar Negeri). Di Partai Demokrat, saya merasa menemukan wadah berpolitik yang saya dambakan selama ini. Ada chemistry, kecocokan ide dan gagasan dalam berpolitik, serta keleluasaan untuk mengekspresikan segenap daya dan kemampuan yang saya miliki. 

 

Partai Demokrat memiliki potensi yang besar untuk terus maju dan berkembang menjadi partai modern dan melekat di hati rakyat. Di partai ini pula, saya berkomitmen untuk menyedekahkan segala kapasitas dan bidang keilmuan yang saya miliki untuk sebesar-sebesarnya kemajuan rakyat, bangsa, dan negara.

 

Tidak sekadar memenuhi kouta 30% keterwakilan kaum perempuan, saya memiliki visi, misi, dan terobosan baru dalam mengawal regulasi maupun mengontrol praktik pemerintah. Saya memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan aspirasi politik saya ini menjadi lebih nyata, membumi, dan dirasakan oleh rakyat yang saya wakili. Pokok-pokok pikiran yang akan saya tawarkan antara lain:

 

A.   Bidang Pendidikan

 

Ki Hajar Dewantara, 70 tahun yang lalu, telah merumuskan misi pendidikan kita, untuk membebaskan, membangun rasa tanggung jawab, dan menjadi serasi. Pendidikan kita mestinya membebaskan anak-anak bangsa dari berbagai keterbatasan. Dengan pendidikan, generasi penerus bangsa bebas memilih profesi yang ia minati, bebas mengejar prestasi, bebas menentukan pilihan hidup.

 

Konsekuensi dari sebuah kebebasan adalah tanggung jawab. Karena kita memiliki kebebasan menentukan cara mendidik putra-putri kita, maka kita harus bertanggung jawab atas hasil pendidkan itu. Jika kita tidak memiliki kebebasan itu, maka kita boleh untuk tidak bertanggung jawab terhadap pedidikan. Karena putra-putri kita bebas memilih jalan hidup mereka –berkat pendidikan– maka mereka pasti bertanggung jawab penuh terhadap semua pilihannya.

 

Pendidikan juga mengajarkan keserasian dalam hidup. Tragedi di jaman modern ini, banyak orang sukses ternyata tidak bahagia. Mereka merasa hampa dalam hidup. Lebih menyedihkan lagi banyak orang tidak sukses juga hidup tidak bahagia. Hidup serasi, itulah misi pendidikan. Pendidikan mesti mendorong putra-putri bangsa untuk meraih impian, sukses maksimal, dan hidup bahagia dalam keserasian. Serasi dalam sukses karir dan bahagia dalam keluarga. Serasi kemajuan pribadi dan kontribusi sosial.

 

Oleh karena itu, pokok-pokok pikiran saya di bidang pendidikan adalah:

·        Mengawal pembuatan maupun pelaksanaan berbagai regulasi di bidang pendidikan agar senantiasa diterapkan secara konsisten.

·        Melakukan kontrol terhadap penggunaan anggaran pendidikan agar betul-betul sampai pada yang berhak.

·        Mendorong eksekutif untuk lebih memperhatikan fasilitas pendidikan, karena lingkungan yang kondusif sangat mempengaruhi proses berpikir anak didik.

·        Mendorong terbentuknya kurikulum pendidikan yang berdaya saing, memprioritaskan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta iman dan takwa (imtak).

 

B.   Bidang Kesehatan

 

Proses globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi dampak terhadap nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. Sementara tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan tersebut. Akibatnya, gangguan jiwa saat ini telah menjadi masalah kesehatan global.

 

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari jika mereka mungkin mengalami masalah kesehatan jiwa, karena masalah kesehatan jiwa bukan hanya gangguan jiwa berat saja. Justru gejala seperti depresi dan cemas kurang dikenali masyarakat sebagai masalah kesehatan jiwa.

 

Inilah yang terjadi di ibukota Jakarta. Kondisi kesehatan jiwa warga Jakarta saat ini makin memprihatinkan. Menurut data yang ada, dari 8 juta penduduk, 2 juta di antaranya atau satu dari empat menderita gangguan jiwa ringan berjenis neurotik atau gangguan kecemasan. Gangguan bisa mengurangi produktivitas sumber daya manusia kita.

 

Masalah kesehatan jiwa sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas kesehatan perorangan maupun masyarakat yang tidak mungkin ditanggulangi oleh sektor kesehatan saja. Mutu SDM tidak dapat diperbaiki hanya dengan pemberian gizi seimbang namun juga perlu memperhatikan tiga aspek dasar yaitu fisik/jasmani (organo biologis), mental-emosional/jiwa (psikoedukatif), dan sosial-budaya/lingkungan (sosiokultural).

 

Dengan demikian, sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas saya sebagai seorang psikiater, saya memiliki perhatian yang besar terhadap persoalan kesehatan jiwa. Saya memiliki keteguhan hati untuk memberikan warna baru di Komisi IX dan menawarkan gagasan antara lain:

·        Memperjuangkan agar pemerintah bertanggung jawab atas kesehatan jiwa dan raga setiap warga negara agar dapat hidup dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

·        Memperjuangkan terbentuknya UU Kesehatan Jiwa.

·        Memperjuangkan alokasi anggaran kesehatan jiwa yang lebih baik dan akuntabel.

·        Mengawal terlaksananya pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi warga yang kurang mampu.

·        Peningkatan jaminan kesehatan dan perbaikan proses administrasi sehingga pelayanan lebih maksimal.

 

C.   Bidang Seni Budaya

 

Seni dan budaya dapat dikatakan sebagai jiwa sebuah bangsa. Bangsa-bangsa yang kemudian kita kenal sebagai bangsa besar adalah bangsa-bangsa yang “besar” pula seni-budayanya. Kita sampai sekarang masih bisa mengenang kebesaran bangsa Yunani, sekadar satu contoh saja, karena bangsa itu memang menunjukkan jejak-jejak seni-budaya yang mengagumkan. Dari sanalah, antara lain, pemikiran filsafat dan seni budaya berkembang.

 

Untuk itu, sudah selayaknya kita menetapkan pembangunan maupun pelestarian seni dan budaya sebagai pekerjaan jangka panjang dan berkelanjutan. Pembangunan seni dan budaya ini tak sekadar berorientasi untuk kepentingan ekonomi semata. Membangun kesenian dan kebudayaan Indonesia berarti pula membangun karakter bangsa Indonesia.

 

Indonesia, negeri yang kita cintai ini, memiliki potensi yang luar biasa di bidang seni dan warisan budaya, heritage dari generasi ke generasi. Sayangnya dan harus kita akui bahwa potensi yang besar ini belum sepenuhnya menjadi kekuatan riil yang memberikan kontribusi untuk membangun kemakmuran bangsa kita. Mestinya kita bersama-sama secara nyata memberikan perhatian besar kepada pembangunan jiwa bangsa, yakni seni-budaya yang selama ini dianaktirikan.

 

Sebagai sosok yang turut aktif dalam berbagai aktivitas seni-budaya, saya menawarkan gagasan demi kemajuan seni dan budaya kita di masa depan, antara lain:

·        Memperjuangkan upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum, termasuk di dunia internasional.

·        Mendorong pemerintah untuk melakukan pendataan atau inventarisasi kekayaan budaya Indonesia.  

·        Memacu partisipasi dan apresiasi masyarakat umum, khususnya kaum muda Indonesia terhadap kekayaan kebudayaan nasional yang bersumber pada tradisi kultural daerah.

·        Mendorong kreativitas, inovasi, dan menjamin kebebasan seniman-budayawan untuk terus berkarya.

·        Mendorong pemerintah untuk terus melindungi hak kekayaan intelektual.

·        Mendorong pemerintah untuk memberikan jaminan atas kesejahteraan dan perlindungan dari tindak pembajakan.

·        Mendorong visi kemasyarakatan dalam wadah persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh dalam kesadaran akan diversitas budaya yang tinggi di Indonesia.

·        Mengupayakan kebangkitan bangsa akan kebajikan dan kebijaksanaan yang bersumber pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berlandaskan pada kreativitas dan inovasi.

 

D.   Pemberdayaan Perempuan

 

Transformasi peradaban besar telah terjadi sepanjang abad ke-20, menyangkut pemberdayaan perempuan sekaligus penghormatan hak-hak perempuan sebagai hak asasi manusia. Tranformasi ini dilakukan dengan kerja keras, sehingga melahirkan perubahan relasi gender dan kondisi khusus dalam tiap masyarakat. Hal itu berdampak pula pada politik, ekonomi, dan kehidupan sosial secara mendasar baik nasional maupun internasional.


Titik sorotnya ialah perempuan yang kerap dianggap lugu dan terutama korban konflik antar bangsa, begitupun menjadi korban kekerasan di dalam rumah tangga dan masyarakatnya. Kurang begitu terlihat perempuan sebagai penghapus ketidak-adilan sosial dan ekonomi di dalam masyarakat di berbagai negara. Wujud nyata revolusi perempuan ialah tampaknya perempuan sebagai aktor; pelaku langsung, dan pemimpin dalam berbagai jalan hidupnya di arena internasional. Hal tersebut memahkotai perempuan dengan masa peralihan yang membuat frustrasi dirinya, yaitu dari status subordinat ke arah harga diri; dari sekadar unsur statistik masyarakat yang tidak terlihat kemudian diakui keberadaannya.

 

Sekarang kaum perempuan juga memiliki hak untuk dipilih. Berbagai negara bangsa telah memuat pernyataan keadilan sosial dan ekonomi di dalam konstitusi mereka. Perubahan itu memperlihatkan proses perempuan menjadi semakin tampak dalam posisi terdidiknya, dalam bidang layanan, dan sebagai tenaga kerja industri, sekalipun status sosial kebanyakan perempuan belum tersentuh.

 

Pembangunan pemberdayaan perempuan dilakukan untuk menunjang dan mempercepat tercapainya kualitas hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan, dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi/advokasi pendidikan dan latihan bagi kaum perempuan yang bergerak dalam seluruh bidang atau sektor. Untuk itu, mewakili kaum perempuan di daerah pemilihan DKI Jakarta II, saya bertekad untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat dan harkat kaum perempuan. Pokok-pokok pikiran yang saya tawarkan antara lain:

·        Memperkuat keterlibatan kaum perempuan di berbagai sektor kehidupan.

·        Mendorong pemerintah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Perempuan yang mempunyai kemampuan dan keamanan guna kemandirian, dengan bakal kepribadian, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

·        Terciptanya gerak langkah yang terpadu dan harmonis antara sektor dan sub sektor pemerintah, organisasi (kemasyarakatan dan politik), LSM, tokoh dan pemuka masyarakat dan agama dalam upaya proses pembangunan perempuan

·        Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Perempuan di berbagai kegiatan sektor dan sub sektor serta lembaga dan non lembaga yang mengutamakan peningkatan kemampuan dan profesionalisme/ keahlian kaum perempuan

·        Mendorong pemerintah untuk mewujudkan kepekaan, kepedulian gender dari seluruh masyarakat, penentu kebijakan, pengambil keputusan, perencana, dan penegak hukum serta pembaharuan produk hukum yang bermuatan nilai sosial budaya serta keadilan yang berwawasan gender.  

·        Mengarusutamakan gender dalam pembangunan daerah pada semua sektor melalui kelembagaan/wadah yang ada untuk mendukung kemajuan dan kemandirian perempuan

·        Meningkatkan komitmen antara lembaga pemerintah, swasta dan independen untuk pemberdayaan perempuan, proses perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan dan evaluasi

 

Iklim demokrasi telah berjalan dengan baik. Namun, harus disadari perubahan seperti yang diharapkan kita bersama memang tidak bisa dilakukan secara drastis. Satu hal yang pasti, perubahan terus berlangsung, secara gradual, secara konstitusional. Oleh karena itu, saatnya kita mentradisikan iklim demokrasi yang sehat dengan memberikan kesempatan pemerintah yang terpilih secara demokratis untuk bekerja dan berkarya. Kontrol maupun pengawasan memang sewajarnya terjadi dalam iklim demokrasi, tapi pengawasan (check and balances) ini hendaknya berlangsung secara fair dan sportif.

 

Sebagai calon anggota legislatif, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk mengemban amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab. Dengan segala kemampuan, kapabilitas, dan rekam jejak yang saya miliki, saya yakin bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Bismillah…

 

dr.Nova Riyanti Yusuf

Caleg DPR-RI Nomor Urut 2, Partai Demokrat

Daerah Pemilihan DKI II (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Pemilih di Luar Negeri)