Of science and the human heart

There is no limit

There is no failure here sweetheart

Just when you quit

[Miracle Drug-U2]

 

        Selama ini saya belum memberikan tanggapan atas pertanyaan di wall dan message Facebook atau telfon dan SMS tentang perolehan suara saya pasca Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu. Catatan kecil ini akan memberikan sebuah gambaran prematur tentang hasil keterlibatan saya dalam sebuah proses demokrasi yang sudah dan sedang berlangsung di Indonesia.

        Pada minggu pertama pasca Pemilu, perolehan suara Partai Demokrat di DKI II mencapai kisaran 34-35% dari total jumlah perolehan suara. Kalau dilokalisasikan dalam wilayah tempat tinggal saya saja, perolehan suara Partai Demokrat dari 10 TPS Pondok Indah berkisar antara 42%-55%. Mari hitung-hitung sederhana… Prosentase di atas kalau dikonversikan ke dalam jumlah kursi kira-kira akan seperti berikut: dari total 7 kursi yang tersedia di DKI II, maka 2-3 dari kursi-kursi tersebut dapat diraih oleh caleg-caleg Partai Demokrat.

Ini sebuah keberhasilan dari semua caleg Partai Demokrat di dapil DKI II. Tidak benar bahwa kami hanya bergantung pada figur SBY sebagai Ketua Dewan Pembina. “Bergantunglah pada figur saya” jelas bukan pesan yang diberikan SBY selama pembekalan caleg dan rapimnas Partai Demokrat. Oleh karena itu, kami —atau setidaknya saya— merasa bertanggungjawab bahwa saya HARUS BISA all-out bekerja dengan sumber daya yang ada dalam diri saya dan TS (panggilan sayang saya untuk para relawan yang bergabung dalam Tim Setia, tetapi akhir-akhir ini diplesetkan orang-orang dengan panggilan “Tim Siluman”). Cara kerja yang terus saya hembuskan kepada TS selalu sama: never lose our indie spirit to make people START BELIEVING in our sole purpose for the good of people…

        Alasan-alasan saya masih enggan menjawab tentang perolehan suara saya sederhana saja:

1.     Siapa pun bisa mengakses ke http://tnp.kpu.go.id/ jika memang sebegitu besarnya antusiasme untuk mengetahui hasil perolehan suara saya. Justru jawaban saya bisa kalah mutakhir daripada meng-klik langsung alamat situs di atas.

2.     Terlalu dini untuk membahas hasil yang —terhitung sampai tanggal 20 April 2009— baru 10% lebih sedikit ditabulasi KPU.

3.     Pada saat saya melihat tren perolehan suara saya yang menduduki posisi kedua dari keseluruhan suara caleg DKI II, maka saya justru masuk dalam kontemplasi mendalam. Saya menyadari saya telah terpilih atas dasar pilihan langsung para pemilih dan artinya, proses singkat setiap pemilih dalam bilik TPS telah mengoksigenasi nafas hidup saya sebagai calon wakil rakyat. Dan fakta ini, membenamkan saya dalam rasa terharu dan juga termenung lebih lama tentang langkah-langkah apa yang harus saya laksanakan ke depan untuk merealisasikan platform yang telah saya bangun dan hunuskan pada para calon pemilih selama masa kampanye.

4.     Kesabaran dan hasrat, menjadi dua sisi mata uang dari hidup dalam dunia politik (sekarang ini). Sejauh ini saya masih meredam hasrat karena ingin cepat-cepat berbuat dan bergerak, sementara tabulasi KPU masih alon-alon asal kelakon. Tetapi, walaupun proses tabulasi masih jauh sekali, saya sudah terbiasa sportif dengan kemungkinan menang atau kalah (dulu waktu SD saya pemain tenis junior yang cukup dodol. Walaupun pernah menang turnamen beberapa kali, juga sangat terbiasa kalah telak dan diledek di sekolah karena panuan akibat dijemur di Loanita Tennis Club dan mengikuti kelas intensif tenis 3 kali seminggu setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu dari jam 14.00-18.00 wib).

 

Demikian intro di atas saya buat dengan apa adanya, dan tanpa berlama-lama, berikut adalah rekapitulasi singkat perolehan suara saya versi KPU. Saya tidak bisa menampilkan hasil quickcount versi TS saya dan juga versi DPD Partai Demokrat DKI karena memang ditujukan untuk konsumsi internal partai.

 

Tabulasi KPU Calon DPR-RI DKI II per 20 April 2009 (berdasarkan perolehan suara terbanyak):

I.                  Hj.Melani Leimena Suharli (Partai Demokrat)       11.180

II.             dr.Nova Riyanti Yusuf (Partai Demokrat)            8.515

III.           Sohibul Iman (PKS)                                           6.150

IV.            Halida Hatta (Gerindra)                                     5.197

V.                Ahmad Faradis (PKS)                                        4.895

VI.            Eriko Sotarduga (PDIP)                                      4.575

VII.         dr.Ritola Tasmaya (Golkar)                                 3.368

 

Tabulasi KPU Calon DPR-RI DKI II per 21 April 2009:

I.                  Hj. Melani Leimena Suharli (Partai Demokrat)      11.721

II.             dr.Nova Riyanti Yusuf (Partai Demokrat)           8.747

III.           Sohibul Iman (PKS)                                           6.335

IV.             

V.                Ahmad Faradis (PKS)                                       4.968

                               

Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Calon DPR-RI DKI II di TPSLN Chicago pada tanggal 9 April 2009 ditambah dengan Penghitungan Suara Pemilu Lewat POS pada tanggal 19 April 2009:

  1. Partai Demokrat                  175
  2. PKS                                   77
  3. PDIP                                  58
  4. PDS                                   55
  5. Golkar                               26

dan seterusnya…

 

Dan khusus untuk perolehan Caleg DPR-RI di TPSLN Chicago:

  1. dr.Nova Riyanti Yusuf (Partai Demokrat)     60
  2. Sohibul Iman (PKS)                                      35
  3. Apong (PDIP)                                              21
  4. Nursanita Nasution (PKS)                              18
  5. Eriko (PDIP)                                                16

dan seterusnya…

        Sama dengan Bono U2, saya mungkin akan meninggalkan kekasih saya, Jamaica, dan mulai jatuh cinta dengan Chicago. Ini intro Bono pada saat akan membawakan lagu Miracle Drug di Chicago:

“I fell in love in Chicago… I fell in love in a hotel room, in Chicago. Listening to Miles Davis. Didn’t understand jazz… Didn’t understand Miles Davis, or how his music can make me feel until sitting in this hotel room looking out the window. At this city, an Irish boy 24 years old, and just looking around Chicago I kinda understood Miles Davis somehow, understood his music. And then we, fell in love with Chicago… It started out in clubs, I can’t even remember the name of the clubs. Walking out on tables, kissing people’s girlfriends, drinking their wine, the microphone in my hand… it was a hundred people there but we felt Chicago had fallen in love with us. We don’t really look back that much in our music. We don’t really look at the past. The best bits of the past, we try to bring with us. There are songs. Songs like Pride in the name of love, songs like Sunday Bloody Sunday, songs like Where the Streets Have No name, They’re the best bits of the past and we’ll take them with us. Coz we’re interested, we’re excited, and we have faith in the future. That’s where we’re heading. So for a city of the future, this is our music. This is our drug. Miracle Drug…”

       

 

Love and Peace,

NoRiYu

[22.04.09]

 

P.S.: Thanks to Nico Harjanto in Dekalb Illinois for the update from Chicago!