Press Release

“BERBAGI KASIH bersama KARTINI DEMOKRAT”

Menyoal Kesehatan Jiwa dan Perempuan

di Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RS Jiwa Bogor)

22 Desember 2009

PENDAHULUAN

Rangkaian kegiatan kami berawal dari kepedulian Perempuan Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, yang terinspirasi oleh keteladanan dan sikap mulia yang diperjuangkan Ibu Kartini semasa hidupnya.

Kartini Demokrat, demikian nama wadah ini, adalah sebuah upaya nyata dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat perempuan Fraksi Partai Demokrat, yang memahami bahwa di samping menjalankan fungsi utama dewan terkait legislasi, anggaran, dan pengawasan, ada satu hal penting yang juga sama esensial, yaitu menjalankan fungsi representatif, dalam menelaah berbagai kondisi sosial dengan segala permasalahannya.

LATAR BELAKANG KEGIATAN

Hingga kini, masih banyak problematika sosial yang terabaikan dan tidak mendapat perhatian dari masyarakat luas. Salah satunya adalah kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang cukup memprihatinkan.

Bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2009 Kartini Demokrat ingin memberikan sumbangsih berupa tindakan nyata bagi para pasien Rumah Sakit Jiwa. Tidak hanya sekedar hadir dan menghibur, namun lebih dalam lagi turut memberikan empati dengan turut berbagi kasih bersama pasien.

Kartini Demokrat memutuskan untuk mengunjungi RS Marzuki Mahdi Bogor (RSMM) karena beberapa alasan:

1)    Ada pasien ibu Agian dirawat di ruang rawat VIP.

Pasien tidak sadarkan diri setelah melahirkan, sehingga akhirnya   dialihrawat di RS Marzuki Mahdi (RSJ Bogor) sejak Agustus 2005 (sudah 4         tahun). Suami sempat ingin mendapatkan suaka dari negara Kuba agar      dapat    dilakukan euthanasia pada pasien. Pengorbanan ibu Agian adalah           pengorbanan     seorang ibu yang melalui proses hidup dan mati pada saat         proses melahirkan bayi ke dunia.

2)    RSMM merupakan rumah sakit jiwa tertua dan terbesar di Indonesia, dengan program One-stop Service untuk HIV/AIDS. Hal ini sejalan dengan program Menteri Kesehatan agar menyukseskan program-program MDGs 2015, terutama poin ke-6:

Combat HIV/AIDS, malaria, and other diseases

3)    Maraknya kasus bunuh diri yang juga menimpa perempuan dengan lompat dari mall dan apartemen menjadi perhatian banyak pihak. Stigma tentang “orang gila” harus dikikis agar gangguan jiwa tidak menjadi momok (tidak melulu skizofrenia), dan memberikan kesempatan pada semakin banyak orang untuk mau berkonsultasi kepada psikiater (dokter jiwa). Istilah bagi penderita Gangguan Jiwa sekarang menggunakan istilah Konsumen Jiwa Sehat (KJS).

Hari Ibu menjadi alarm pengingat bahwa erat sekali kaitan stigma, jender, dan HAM (hak asasi manusia) dengan kesehatan mental perempuan. Berikut beberapa fakta yang dapat memberikan gambaran tersebut:

–      Jender adalah faktor penting kesehatan mental dan penyakit mental.

–      Perbedaan jender terjadi khususnya pada gangguan mental yang biasa terjadi seperti depresi, kecemasan, dan keluhan somatik, di mana kaum perempuan mendominasi sekitar 1 dari 3 orang di masyarakat dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

–      Unipolar depresi diperkirakan menjadi penyebab utama kedua kecacatan global beban pada tahun 2020, di mana dua kali lebih sering terjadi pada wanita.

–      Diperkirakan 80 % dari 50 juta orang yang terkena konflik kekerasan, perang saudara, bencana, dan perpindahan adalah perempuan dan anak-anak.

–      Prevalensi seumur hidup kekerasan terhadap perempuan berkisar dari 16% hingga 50%.

–      Setidaknya satu dari lima wanita mengalami perkosaan atau percobaan perkosaan dalam hidup mereka.

–      Tekanan yang diciptakan oleh peran ganda mereka, diskriminasi jender dan faktor-faktor terkait kemiskinan, kelaparan, kekurangan gizi, kerja paksa, kekerasan rumah tangga dan pelecehan seksual, perlu untuk memperhitungkan kesehatan mental perempuan.

–      Menangani kesehatan mental perempuan hamil sering terabaikan. Para perempuan ini sering merasa malu untuk mengakui kepada siapa pun bahwa mereka merasa tertekan atau cemas. Untuk perempuan dengan perinatal atau depresi pasca-melahirkan, pengalaman melahirkan dapat menjadi beban dan setelah kelahiran bayi, depresi berlanjut dapat mengakibatkan efek negatif pada perkembangan bayi.

–      Masalah HAM banyak dialami oleh ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan).

Sekilas mengenai RS Marzuki Mahdi (RSMM) / RSJ Bogor:

  1. Rumah sakit jiwa tertua di Indonesia, didirikan pada tahun 1825.
  2. Rumah sakit jiwa terbesar di Indonesia.
  3. Sejak 2002 rumah sakit jiwa ini membuka juga pelayanan umum sebagai penunjang pelayanan jiwa. Maksimal 15% dialokasikan untuk pelayanan umum.
  4. Kapasitas rumah sakit terdapat 720 bed dan 450 bed untuk pelayanan jiwa.
  5. Pelayanan umum dengan tipe C dan pelayanan jiwa dengan tipe A.
  6. Pelayanan umum mencakup spesialis dan sub spesialis.
  7. Dulu pernah disediakan program rehabilitasi dengan tujuan meningkatkan skill dari para Konsumen Jiwa Sehat (KJS), seperti misalnya pelatihan untuk perikanan.
  8. Saat ini fasilitas rehabilitasi tidak jalan dan pihak RSMM ingin revitalisasi.

TUJUAN KEGIATAN

Adapun harapan ke depan dari kegiatan kunjungan Kartini Demokrat ini antara lain:

  1. Mendorong pihak pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan untuk:
    1. Menyusun RPP untuk pasal Kesehatan Jiwa dalam UU Kesehatan
    2. Meningkatkan budget pelayanan kesehatan jiwa di atas 1%.
  2. Peran DPR dalam isu Kesehatan Jiwa dan Perempuan:  A>  Mempertimbangkan rekomendasi agar dibentuk Panja Rumah Sakit Jiwa yang bisa diajukan oleh Komisi IX DPR, RUU Kesehatan Jiwa telah masuk Prolegnas 2009-2014 sesuai dengan rekomendasi Komisi IX DPR Periode 2009-2014.  B>  Besar harapan bahwa Komisi IX dan Badan Legislasi dapat memperjuangkan RUU Kesehatan Jiwa sebagai prioritas 2011. C>  Komisi X membantu edukasi untuk mengurangi stigma.   D>  Panitia Anggaran dapat memberikan perhatian khusus agar anggaran untuk Kesehatan Jiwa dapat ditingkatkan dan didistribusikan tidak hanya dalam ranah kesehatan tetapi juga pendidikan.   E>  Komisi VIII memperhatikan aspek Kesehatan Jiwa melalui program penanggulangan bencana atau pun meningkatkan peran Departemen Sosial untuk memberikan kesempatan Balai Latihan Kerja bagi para Konsumen Jiwa Sehat (KJS).

PENUTUP

Akhir kata, seperti harapan yang telah kami kemukakan, semoga bentuk nyata kegiatan Berbagi Kasih bersama Kartini Demokrat ini bisa bermanfaat secara signifikan bagi kemaslahatan masyarakat.

Kami juga berharap bahwa media massa yang telah meluangkan waktu untuk meliput acara ini, dapat menyuguhkan pemberitaan yang proporsional sesuai dengan urgensi yang terkait dengan Kesehatan Jiwa.

Wass.wr.wb.

RUTE KUNJUNGAN RSMM (catatan samping Rundown Acara)

Bangsal-bangsal yang akan dikunjungi :

  1. Ruangan VIP Arjuna mengunjungi pasien ibu Agian:

Siapakah ibu Agian?

  1. Pasien tidak sadarkan diri setelah melahirkan, sehingga akhirnya dirawat di RS Marzuki Mahdi (RSJ Bogor) sejak Agustus 2005 (sudah 4 tahun). Suami sempat ingin mendapatkan suaka dari Cuba agar pasien dapat dilakukan euthanasia. Pengorbanan ibu Agian adalah pengorbanan seorang ibu yang melalui proses hidup dan mati pada saat proses melahirkan bayi ke dunia.
  2. Saat ini masih dirawat dengan pembiayaan ditanggung oleh pihak RSMM. Dulu instruksi ibu Menkes Siti Fadhilah Supari agar dibiayai dengan Jamkesmas, tetapi Jamkesmas hanya menanggung biaya kelas 3. Biaya kamar ibu Agian Rp 575.000/malam dan sejauh ini biaya sudah mencapai Rp 1 M. Selain obat-obatan, biaya tambahan juga dialokasikan untuk kosmetik, pampers, dan lain-lain. Enam bulan terakhir tanpa catheter.
  3. Kondisi fisik saat ini: dalam keadaan sadar, ekstremitas atrofi (melisut) karena imobilisasi dan lumpuh. Pasien sempat mengalami fraktur tulang dan dirawat di RSCM. Pasien dirawat oleh tim dokter yang terdiri dari neurolog, ginekolog, psikiater, 2x/hari mandi, dibalur minyak kelapa, dan dalam 4 tahun terbaring tanpa ulcus decubitus.
  4. Kondisi rumah tangga: sudah dua tahun tidak dijenguk keluarga.
  5. Wisma Shinta (Rehabilitasi NAPZA Wanita):
    1. Hospital-based TC. Hanya sebagian biaya ditanggung oleh jamkesmas (jamkesda).
    2. Saat ini pasien tidak terlalu banyak karena lebih banyak yang menggunakan fasilitas BNN di Lido yang diberikan secara cuma-cuma atau gratis.
    3. Sedang dibangun fasilitas One-stop Service yang memberikan pelayanan total care.
      1. Saat ini para pasien HIV/AIDS sedang dititipkan di bagian Detox
      2. Pasien NAPZA dengan HIV/AIDS yang lebih banyak dirawat dibandingkan dengan pasien NAPZA untuk Detox (karena ada fasilitas BNN di Lido).
      3. Fasilitas One-stop Service terdiri dari :
        1. Ruang operasi (OK)
        2. Kebidanan dan kandungan
        3. Rawat Inap
        4. Poli Gigi
        5. Poli Rawat Jalan
        6. Dan lain-lai

      4. Bagian detoksifikasi
      5. Bangsal Psikiatri (perawatan jiwa) untuk perempuan (Arimbi).

Talkshow

KESEHATAN JIWA dan PEREMPUAN

serta

PERAN DPR

  1. Moderator: dr.Pandu G.Setiawan,SpKJ dari Jejak Jiwa.
  2. Narasumber:
    1. dr.Aminullah,SpKJ sebagai Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa DepKes,
    2. dr.Tun Kurniasih Bastaman, SpKJ sebagai Ketua PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia),
    3. Konsumen Jiwa Sehat (KJS): Lili Hadi dan Fani.
    4. Waktu: 11:50 – 12:20 wib, Durasi: 30 menit
    5. Konsep:
      1. Intro tentang: Problem-problem kesehatan jiwa di Indonesia pada umumnya dan RSMM pada khususnya.
      2. Stigma pasien gangguan jiwa (mis.sehingga banyak kasus bunuh diri tanpa berobat ke psikiater) dan menghadirkan testimony Lili Hadi dan Fani.
      3. Membahas tentang Kesehatan Jiwa dan Perempuan.
      4. Peran Departemen Kesehatan ke depan: menyusun RPP untuk pasal Kesehatan Jiwa dalam UU Kesehatan dan meningkatkan budget pelayanan kesehatan jiwa di atas 1%.
      5. Merangkum talkshow dan melemparkan harapan kepada DPR:
      6. i.    RUU Kesehatan Jiwa telah masuk Prolegnas 2009-2014 sesuai dengan rekomendasi Komisi IX DPR Periode 2009-2014
        1. RUU Kesehatan Jiwa telah masuk Prolegnas 2009-2014 sesuai rekomendasi Komisi IX DPR Periode 2009-2014
        2. ii.    Komisi IX dan Badan Legislasi dapat menjadikan RUU Kesehatan Jiwa sebagai prioritas 2011
        3. iii.    Komisi X membantu edukasi untuk mengurangi stigma dan pemahaman mengenai kesehatan jiwa.
        4. iv.    Badan Anggaran di DPR dapat memberikan perhatian khusus agar anggaran untuk Kesehatan Jiwa dapat ditingkatkan dan didistribusikan tidak hanya dalam  ranah kesehatan tetapi juga pendidikan.
        5. v.    Komisi VIII memperhatikan aspek kesehatan jiwa melalui program penanggulangan bencana, terkait penyembuhan trauma para korban bencana (trauma healing) dan pemberian Balai Latihan Kerja (BLK) untuk Konsumen Jiwa Sehat (KJS). – NoRiYu

Salam Hormat,

Kartinidemokrat@yahoo.com