Direktorat Kesehatan jiwa yang selama ini sbg ‘komando’ masalah kesehatan jiwa ternyata hilang dari rancangan struktur depkes yang baru. Para praktisi kesehatan jiwa ‘sangat kecewa’ dengan draf ini. Tentu bagi yang mengerti masalah keswa di negara ini akan sulit mengerti dasar pemikiran depkes yang menghapuskan direktorat ini. Selama ini masalah keswa yang membeludak ditangani hanya dengan setengah hati. Penghapusan direktorat ini menunjukkan pemerintah sudah tidak ada hati sama sekali dalam mengatasi masalah keswa. karenanya langkah para petinggi keswa untuk mengeluarkan segenap daya upaya serta memanfaatkan tiap jejaring sekecil apapun untuk mencegah penghapusan direktorat ini patut didukung.

Sesungguhnya banyak yang berharap posisi direktorat seharusnya ditingkatkan menjadi Dirjen (bukan malah dihilangkan), mengingat masalah keswa begitu besar dan kompleks. Namun boro-boro terfikir untuk meningkatkan level direktorat, malah terjadi sebaliknya.

Terlepas dari akhir perjuangan ini, nasib direktorat akan terus terombang-ambing tidak jelas bila tidak memiliki payung hukum yang kuat. sejak 3 periode pemerintahan yang lalu, setiap pergantian menkes, jajaran keswa dikagetkan dengan perubahan posisi direktorat. Di awal pemerintahan periode lalu isu hilangnya direktorat sudah muncul, namun dapat digagalkan dengan usaha serius oleh para punggawa keswa. Salut untuk mereka yang terlibat dalam upaya menggagalkan penghilangan direktorat keswa yanglalu. Kini masalah yang sama kembali muncul, dan pasti akan terus muncul di waktu-waktu mendatang bila tidak disiapkan payung hukum yang kuat tentang penanganan keswa.

Kembali, ini mengingatkan pentingnya keberadaan UU Kesehatan Jiwa yang akan secara tegas mewajibkan pemerintah untuk menangani keswa dengan serius, termasuk memastikan infrastruktur organisasi yang kuat. Dengan UU Keswa, diperkirakan pengabaian oleh pemerintah (seperti penghapusan direktorat ini) akan sulit terjadi. Satu lagi alasan mengapa UU Keswa harus segera terwujud. Nah sambil berjuang untuk menempatkan direktorat pada tempat yang terhormat, maka perjuangan mewujudkan UU Keswa juga harus tancap gas.