Pada masa kampanye PiLeg 2009, saya menjadi narasumber sebuah seminar yang diadakan oleh Migrant Care, dan bertemu dengan ibu sebagai salah satu peserta seminar di sana, yaitu ibu Musriah. Ia menjelaskan bahwa ia aktivis buruh juga. Yang saya tidak ketahui bahwa ia juga “motor penggerak” sekolah perempuan yang mengajarkan tentang feminisme yang benar. Benar yang saya maksudkan adalah diajarkannya teori-teori historik dari feminisme tetapi pada saat yang bersamaan, juga diajarkan tentang bagaimana seorang istri bersikap dalam rumahtangga; dari mulai berapa kali berhubungan seks dengan suami dalam seminggu untuk menjaga kelanggengan berumahtangga, pemakaian alat kontrasepsi,  dan lain-lain. Benar yang saya maksud juga, adalah pragmatisme dari ide feminisme. Dan yang lebih mencengangkan lagi bagi saya, sekolah ini berlangsung outdoor di pinggir Kali Ciliwung. Berikut saya lampirkan foto-fotonya dari Bantaran Kali Ciliwung daerah Kalibata, Jakarta Selatan:

Pelajar perempuan dengan usia dari 18 tahun s/d 65 tahun

Ada pemandangan Kali meluap, ada juga empang

Bu Musriah sedang beraksi...